Yes, we are entrepreneurs (2)

masih seputar hasil nguping diklatnya disperindagkop…

tentang Ide dan Kiat Memulai Usaha
Kreativitas, adalah salah satu kunci sukses memulai usaha.
IDE + KONSEP + EKSEKUSI = CREATIVITY
IDE + KONSEP – EKSEKUSI = MIMPI
EKSEKUSI – IDE – KONSEP = STAGNASI

Memulai usaha itu gampang-gampang-susah. Susahnya 1, gampangnya 2. Jadi semua bisa melakukannya. Tak perlu IPK cumlaude. Tak perlu meratapi nasib bukan anak pengusaha. Tinggal singkirkan rasa malas dan pesimis, insyaAllah… ada jalan.. *malah nyanyi

Ketakutan2 yang sering muncul sebenarnya bikin kita kena penyakit mental blocking. Keluarlah dari keadaan itu dan mulailah mencari ide. Bisa dengan outside in approach dengan melihat keluar dan temukan ide itu, atau inside out approach, gali potensi dalam diri dan lahirkanlah ide. Kalo saya lebih sering keluar ide karena necessity, buah dari de power of kepepet. qiqi. maka pepetkanlah dirimu dan temukan semangat itu!

tentang Tips Menyusun Proposal Usaha
Proposal itu adalah peta arah usaha kita mendatang. Maka akan berbeda, orang yang mau pergi ke kepulauan anambas berbekal peta, dengan yg tidak sama sekali. Atau yang sekedar membawa peta di otaknya dengan peta yang benar2 ia tulis dan ia pelajari. Saya masih belajar untuk ini. 2 kali saya ikut kompetisi proposal usaha, semuanya gagal ><

Proposal usaha yang baik itu..

  • harus diatur urutan isinya secara tepat
  • penampilan yang menarik, tidak terlalu tebal, bahasa tidak datar, dan tidak berlebihan
  • harus bisa menjelaskan karakter pemilik dan bisnis perusahaan tersebut
  • harus berisi proyeksi keuangan yang dapat dipercaya
  • harus menunjukkan tingkat pengembalian modal/investasi
  • mudah dipahami
Kayaknya yg terakhir ini penyebab kegagalan saya. Hoho, mungkin juri2nya juga bingung apa yg saya mau. Pernah saya mengajukan proposal Cafe Rasa Perpustakaan. Karep saya itu, saya pengin bikin semacam Zone of Edutainment (ZOE) yang ada di Bandung. Kayaknya yang seperti itu belum pernah ada di Jogja.  Ternyata  memang tidak ada pasarnya. Memang beda kultur masyarakatnya. Kalo di Bandung, banyak remaja yang suka baca buku sambil nongkrong. Tapi kalo disini, nongkrong ya nongkrong. Mbaca ya mbaca. Jadinya yang laris ya tempat peminjaman buku/komik/novel thok. atau cafe/warung/restoran thok. bukan gabungan keduanya..

Lalu di training ini juga ada materi kepemimpinan. Semula saya pengen mbolos karena merasa sudah dapat berulang kali. Ada kerjaan lain pula yang perlu dikerjakan. Tapi ternyata… Bapaknya yang dari Prima Katalisindo menyampaikan materi ini dengan luar biasa keren. yang membuat saya tergugah adalah seputar Skala Prioritas. 3 langkah yang perlu dilakukan :

  • Berfikir dan melakukan sesuatu berdasarkan urutan penting
  • Putuskan apa yang harus dilakukan dan segera lakukan!
  • Putuskan apa yang tidak ingin dilakukan dan tinggalkan

ini kedengarannya teori banget ya.. Tapi saya akan mencoba memulainya, sejak detik ini. Bismillah..

Advertisements