ikut MLM?

alkisah ada yang nawarin saya gabung jadi member MLM yang jual propolis. Tau kan propolis? obat ini cukup tenar belakangan. propolis adalah obat segala penyakit yang terbuat dari air liur lebah. Meski sudah beberapa bulan mengenal propolis, maaf maaf saya belum bisa menjelaskan secara ilmiyah gimana si perusahaan nadahin air liur lebah. Maha Suci Allah yang menciptakan sesuatu yang mungkin kedengarannya disgusting, ternyata kaya khasiat.

Kembali ke laptop, MLM itu memberikan potongan harga bagi konsumennya yang bersedia menjadi member. Status member ini sebenarnya membahagiakan saya dan perantara/agen MLM. Saya-nya bayar murah, sedang si perantara dapet bonus atas keberhasilannya merekrut saya. Tapi entah mengapa, saya tidak pernah tertarik dengan MLM. Saya hanya tertarik pada produk yang terbukti manjur mengobati tangan saya yang gatal setelah bersih2 rumah.

Dahulu saya pernah mendapat ceramah perihal model pemasaran semacam ini. MLM, adalah salah satu bentuk muamalah. Kalo di dunia bisnis syari’ah, MLM punya nama panggilan lain. Mereka menyebutnya ‘kemitraan’. Seperti halnya perbankan syari’ah, yang mengganti istilah ‘nasabah’ menjadi ‘mitra’. Sekilas keduanya hampir mirip. Tetapi kemitraan menaruh perhatian dalam hal akad yang dibuat. mereka sangat berhati-hati dalam hal ini. Akad, bukanlah hal yang remeh temeh. Contohnya saja akad nikah, ia mengubah yang semula haram menjadi halal. Ini sama seperti saat kita menabung di bank syari’ah. Mungkin sebagian orang berkata bahwa bank syariah itu sama saja dengan bank konven. Misalnya kita menabung 100ribu di bank syari’ah. Diakhir bulan, ternyata uang kita menjadi 105ribu. Di tempat lain, teman kita yang melakukan hal yang sama di bank konven juga mendapat jumlah yang sama. lalu apa bedanya? Jelas beda karena akad mudzarabah/bagi hasil itu syar’i, sedang riba dari bank konven itu haram. Anda pasti sudah paham betul tentang ini. Maka poin yang kita catat adalah akad itu penting dan tidak boleh kita mendua dalam hal tersebut.

Dalam kaidah mu’amalah, apapun boleh dilakukan kecuali yang dilarang. Nah, MLM itu menjadi haram saat terjadi 2 akad dalam satu transaksi. pertama, akad jual beli barang. kedua, akad keagenan atau makelar. Tidak cukup dengan membeli barang. anda harus jadi agen agar anda bisa mendapatkan barang itu.

Ketika si agen MLM mendapat bonus dari hasil rekrutmen member, maka itu sah menjadi haknya. Tetapi jika ada kemungkinan terjadinya kedzaliman, hal seperti itu bisa menjadi haram. semisal orang MLM ngerekrut anda. trus anda sebagai downline ngerekrut orang lagi. Anda bekerja keras menggait banyak orang untuk menjadi member. Tetapi jerih payah anda juga dinikmati oleh orang yang semula merekrut anda. padahal dia cuman leha-leha. Sadarlah, bahwa saat itu anda-lah yang sedang didzolimi. berdoa-lah, niscaya akan terkabul (??)

Pesan dari ustadz ahmad sarwat Lc, kita tidak boleh men-judge MLM itu haram atau halal sebelum kita membedah isi perutnya dengan pisau bedah yang tajam dan terpercaya. Pelajari dulu segala hal tentang MLM itu secara mendalam. Jangan terburu-buru mengiyakan karena tergiur dengan keuntungan yang menawan. Pastikan bahwa barang yang dijualbelikan benar2 halal, dengan adanya legalisasi syari’ah dalam produk tersebut. Hindari produk2 yang memusuhi islam karena bisa jadi dana kita akan digunakan untuk membantai saudara seiman nun jauh disana. Berhati-hati pula pada eksploitasi dalil-dalil al qur’an yang sebenarnya kurang tepat dilakukan

MLM dibolehkan jika bebas dari riba, sistemnya transparan, tidak mengandung unsur penipuan, dan tidak mendzolimi pihak lain. Paling gampang untuk bisa niteni MLM itu bener atau keblinger, bisa dilihat caranya memberi bonus disetiap rekrutmen member. Jika anda merekrut orang lalu mendapat bonus, itu memang hak anda untuk memilikinya. tetapi jika anda merekrut orang, lalu orang itu merekrut orang lain yang bahkan lebih banyak, dan anda mendapatkan bonus pula, tanpa usaha apapun dalam rangka rekrutmen itu, maka berhati2lah. Anda berada di MLM yang keblinger. Dicukupkan saja dan asah kemampuan enterpreneur anda ditempat lain.

Wallahu’alam

Advertisements