<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>secangkir teh hangat</title>
	<atom:link href="http://maisyaroh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maisyaroh.wordpress.com</link>
	<description>duduk sejenak dan mensyukuri nikmat hidup di dunia yang begitu singkat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 06:59:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='maisyaroh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/462f29bd24629bd86639ab4832e1eadb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>secangkir teh hangat</title>
		<link>http://maisyaroh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maisyaroh.wordpress.com/osd.xml" title="secangkir teh hangat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://maisyaroh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>butterflies in my stomach</title>
		<link>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/butterfly-in-my-stomach/</link>
		<comments>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/butterfly-in-my-stomach/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 02:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[curcol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maisyaroh.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[emang bener kata Jens Forster, Kai Epstude, dan Amina Ozelsel dalam penelitian psikologinya yang mengatakan bahwa perasaan cinta dapat mendorong kita untuk berpikir lebih kreatif dan analitis. buktinya ujug2 diri ini ingin segera menghasilkan banyak karya setelah merasakan sekawanan kupu beterbangan didalam perut. euleh euleh..ini kupu ga nyadar apa kalo dia musti jadi ulet dulu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=367&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>emang bener kata Jens Forster, Kai Epstude, dan Amina Ozelsel dalam penelitian psikologinya yang mengatakan bahwa perasaan cinta dapat mendorong kita untuk berpikir lebih kreatif dan analitis. buktinya <em>ujug2</em> diri ini ingin segera menghasilkan banyak karya setelah merasakan sekawanan kupu beterbangan didalam perut. euleh euleh..ini kupu ga nyadar apa kalo dia musti jadi ulet dulu, trus <em>ngenthung</em>, baru boleh ngrecokin orang :&#8217;( ah, tapi ini kan fitrah..</p>
<p>Dr. Helen Fisher, profesor antropologi dari Rutgers University pernah bilang kalo disaat seperti itu otak memproduksi hormon dopamin, serotonin, endorfin, dan oksitosin dalam jumlah sangat banyak. sebenernya aku juga kurang paham itu hormon kerjanya gimana. yang jelas manfaat yang aku dapat saat ini adalah betapa bersemangatnya jari2ku bekerja diatas keyboard. ngefek sampe tangan bo&#8217; :p</p>
<p>Saking semangatnya, aku berhasil menyelesaikan alur sebuah novel yang sudah lama ingin kubuat. Dan anehnya ini novel bukan genre novel cinta2an. Nantinya kudedikasikan novel ini untuk para pejuang dakwah sekolah dimanapun berada. hopefully, aku bisa menyelesaikannya tahun ini. eh, tidak. paling ga, 4 bulan kedepan. bismillah..mohon doanya, kawan</p>
<br />Filed under: <a href='http://maisyaroh.wordpress.com/category/curcol/'>curcol</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maisyaroh.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maisyaroh.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=367&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/butterfly-in-my-stomach/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4785c8fbf7b34a2dde68750dbd0229bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maisyaroh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kampung 4 warna</title>
		<link>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/kampung-4-warna/</link>
		<comments>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/kampung-4-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 01:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[curcol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maisyaroh.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Judul diatas adalah bakal calon judul novel bagian ketiga dari Trilogi Negeri 5 Menara (tapi bo&#8217;ong :p). Berhubung si empunya karya tak kunjung menerbitkan novel ketiganya, disini penulis mencoba membayangkan kelanjutan cerita menurut versinya. Tetapi tokoh utamanya bukan lagi Alif. Melainkan Sarah, anak ustadz Khalid yg membuat Alif harus berjuang keras meski sekedar untuk bicara dengannya   si sarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=383&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul diatas adalah bakal calon judul novel bagian ketiga dari Trilogi Negeri 5 Menara (tapi bo&#8217;ong :p). Berhubung si empunya karya tak kunjung menerbitkan novel ketiganya, disini penulis mencoba membayangkan kelanjutan cerita menurut versinya. Tetapi tokoh utamanya bukan lagi Alif. Melainkan Sarah, anak ustadz Khalid yg membuat Alif harus berjuang keras meski sekedar untuk bicara dengannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   si sarah ini ceritanya lagi dapet kesempatan fieldwork (baca: jadi TKW) di sebuah kampus yang penulis lebih suka menyebutnya kampung, bernama <em>King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)</em>. Sependek pengetahuan penulis yang sama sekali tiada mendapat ospek layaknya mahasiswa KAUST, beginilah kesannya tentang kampung di tepian laut merah itu, kampungs 4 warna..</p>
<p><a href="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/383807_2381447096578_1262711696_32011505_1480126405_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-385" title="383807_2381447096578_1262711696_32011505_1480126405_n" src="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/383807_2381447096578_1262711696_32011505_1480126405_n.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p><span id="more-383"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Malam pergantian bulan diatas langit riyadh, Sarah mencoba menenangkan diri. Ia gugup. Sedari Jakarta, memang ia sudah gugup. Ini baru kali kedua ia naik pesawat. penerbangan  internasional. dan, sen di ri an. Hal yang tidak tidak terlintas dalam benak. Ia berdoa agar tidak mengalami sesuatu semacam yg dialami Chiaki Shinichi dalam serial drama Nodame Cantabile.</p>
<p>&#8221;Allah bersamaku..Allah bersamaku..&#8221; Sembari berdzikir, ia melongok apa yang ada dibawah besi terbang SV 817. MashaAllah, Riyadh bagaikan gugusan bintang. ya, ini bukan taburan bintang seperti yang dilihatnya dulu saat turun dari Dlingo naik Adil Air bersama norma, zaza, dan kawan2 karibnya. Jogja dipandang dari SouthMountain, terlihat seperti bintang tak beraturan. Sementara yang ia pandang saat itu, gugusan bintang berbentuk kotak2. Ada yang melengkung dibagian pinggirnya. Apakah ini efek tata kota yang baik? Ah, tak tau lah. Sarah terus berpikir bagaimana nantinya bisa mengalokasikan waktu 1,5jam untuk bisa turun, antri diloket kedatangan, ke bagian imigrasi, ambil bagasi, ke pintu keberangkatan lg, dan boarding, melanjutkan penerbangan lokal ke jeddah.</p>
<p>Alhamdulillah.. ia menghembuskan nafas lega. dengan rada mbrambangi, ia menemui juragannya dipintu kedatangan bandara King Abdul Aziz Jeddah. &#8221;aku mau ditulungi porter, gan. bapake apikan. aku mbayar 40 riyal, daripada ketinggalan pesawat&#8221; katanya pada sang juragan. Sarah begitu bersyukur mengikuti saran ibu agar membawa uang real meski tadinya ia sanksi, bawa ga ya bawa ga ya, buat apa juga kalo bawa..</p>
<p>***</p>
<p>&#8221;yeiy, finally!&#8221; Sarah mengalungkan ID yang baru didapatnya. ID berlaku semacam SIM ketika berkendara. Ia semacam KTP untuk masuk ke tempat2 umum, semacam koin kalo naik bus, dan semacam password untuk bisa masuk KAUST sekembalinya dari pusat kota jeddah, makkah, atau kota lain. Jangan harap bisa masuk KAUST dengan mudah jika ID tertinggal. <em>Security is everybody&#8217;s responsibility. </em></p>
<p>Tidak semua orang bisa mendapat ID. Artinya tidak semua orang bisa menikmati fasilitas yang ada di kampung seluas 3 kecamatan itu ~kira2 gabungan antara kecamatan mantrijeron, kraton, dan mergangsan-. Jika ada musafir datang, fardhu kudu mampir ke visitor office, sebuah gedung diantara 2 gerbang utama. Setiap yang datang ke visitor office akan disambut empat batu besar warna warni yang merapat melingkar di depan gedung. Hijau toska, biru, orange, dan kuning. Visitors akan  mendapat kartu berkunjung yang hanya berlaku 3 hari 3 malam. Ini persis seperti rukhsoh bagi musafir yang terdapat dalam hadits nabi <em>&#8221;Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjadikan tiga hari tiga malam bagi musafir&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Beruntung si juragan tinggal di apartemen keluarga. kalo si juragan masih single, pasti repot sekali. apa pasal? Meski kampung ini menerapkan hukum internasional ~bukan hukum adat milik arab- apartemen milik para bujang tiada boleh dimasuki perempuan, sekalipun perempuan itu adalah ibu atau adiknya sendiri. Setiap apartemen punya penjaga yang gemar berpatroli, terlebih saat musim wisuda seperti sekarang ini. Para mahasiswi yang mengundang orangtuanya untuk menghadiri wisuda juga terpaksa menitipkan ayah di apartemen teman mahasiswanya yang mungkin jauh dari apartemennya sendiri. Terkecuali mahasiswa nakal yang menyelundupkan ayah ibunya dirumah dan memilih kucing-kucingan dengan petugas.</p>
<p>Sepulang dari ID center, ia taruh kartu ajaib itu dimeja sudut. Ia pandangi sebentar. &#8221;sepertinya aku tidak akan banyak keluar rumah dan menggunakannya seminggu ke depan&#8221;, batin sarah dalam hati. Ia menjelajahi apartemen sepetak milik juragan. Ruang keluarga, ruang makan, toilet dan dapur terletak segaris. Berhenti lama ia di dapur. Kitchen set yang begitu lengkap. &#8221;kompor &amp; kawan2, kalian akan menjadi partner kerjaku. bersiaplah!&#8221; sarah berkata penuh semangat. Di dekat toilet ada mesin cuci segedhe gaban. &#8221;Kau juga akan bekerja keras, kawan!&#8221; katanya pada kotak putih dua pintu. Lalu ia mendangak. Lantai atas dibuat lebih pendek dari lantai bawah. Kalo si juragan lagi mantengin laptop dimeja belajar lantai atas, ia bisa ingak inguk ruang keluarga. Ia bisa setiap saat memastikan bahwa sarah benar-benar bekerja, tidak menonton TV kabel atau bermain XBOX di ruang nyaman itu. Ya, ini minggu2 sibuk bagi pak juragan dan bu juragan. Proyek dan ujian akhir semester membuat mereka harus bekerja ekstra keras. Betapa tidak. Di KAUST kalo dapet IPK dibawah 3, so pasti akan dideportasi. Awal Desember itu benar-benar menjadi hari sibuk seisi apartemen. Pun Fatih si bos kecil, ia juga sibuk dengan kempengannya.</p>
<p>***</p>
<p>Hari demi hari berlalu. Dan hari itu sudah sepenggalah matahari. Setelah menyelesaikan urusan domestik, sarah menyiapkan kereta dorong untuk bos kecil. Di usia yang masih 5 bulan, sinar matahari pagi sangat penting baginya. Winter membuat udara di kampung itu menjadi dingin meski matahari menjelang terik. Sarah tak berani membawa Fatih keluar terlalu lama. Mereka hanya berkeliling satu komplek apartemennya saja.</p>
<p>Beberapa langkah sebelum sampai apartemen juragan, Sarah berhenti sejenak. Ia berdecak kagum melihat betapa itqon-nya bapak2 petugas kebersihan bekerja. Sepertinya mereka disini punya kasta. Petugas dengan kasta terendah memakai baju hijau, mengambil sampah dengan tangan dan kantong plastiknya. Kasta selanjutnya berkendara dengan sepeda, ada semacam tong sampah di belakang jok. Kasta yang lebih tinggi mengendarai semacam motor tossa. Yang lebih tinggi lagi membawa mobil pick up ukuran kecil berisi 3 tong sampah : <em>organic, non organic, &amp; waste</em>. Yang tertinggi mengendarai truck besar. Adapula yang bertugas memelihara taman. Sarah paling suka melihat mereka yang sedang menyiangi tanaman. Mengumpulkan daun-daun kering berjatuhan. Dan paling gemes sama petugas kasta terendah. Ia tetap saja mondar mandir mencari sampah, padahal jalanan sudah sangat bersih. Tak ada secuil pun sampah. Sarah berpikir &#8221;apa perlu aku buang botol pepsi di jalan biar si petugas senang berhasil memungut sampah?&#8221; Dasar sarah, baka.</p>
<p>Siangnya sarah berkesempatan memasuki kawasan kampus. Si juragan berbaik hati menraktirnya makan siang. Lamat-lamat ia melihat taman didepan kampus, tepian taman ditata batu kristal berwarna hijau toska. Pelan-pelan ia berjalan menuju dining hall dengan mata yang tetap tertuju pada kolam besar berisi batu kristal warna-warni, dominan biru tua dan kuning kecoklatan. Cantik sekali. Konon katanya diwaktu tertentu kolam ini dikuras dan batunya dikosek satu2. hedew</p>
<p>Di jalan menuju dining hall terpampang beberapa pengumuman. Tentang pemilihan presiden BEM KM KAUST, winter camp, juga kampanye lingkungan. Yang terakhir ini yang paling hot. <em>Eat just what you need</em>. Jargon kampanye itu nampaknya berusaha menghantui setiap yang datang. Ya, sisa makanan jelas akan menambah volume sampah. great campaign! Sarah mengingat satu ayat yang pernah dibacanya. <em>Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. </em>(Al A&#8217;raaf: 31)</p>
<p>***</p>
<p>Jantung sarah cenat cenut. Mimpinya akan segera terwujud. Ia lirih mengucap,<em> bismillah.. wassolaatuwassalamu&#8217;ala rosulillah.. allahummaghfirli dzunubi waftahli abwaba rohmatik</em>. Buru-buru ia melepas sandal. Masjidil haram tak terlalu ramai tetapi bising. Suara mesin-mesin kontruksi raksasa saling bersahutan. Kerajaan Saudi Arabia memang sedang melakukan perluasan terbesar sepanjang sejarah masjidil haram ke arah barat laut dan timur laut. Biaya yang dihabiskan saja mencapai 40milyar riyal ~jika kurs SAR/IDR=2.375 berarti setara dengan 95trilyun rupiah-</p>
<p>Sarah mempercepat langkah karena Isya&#8217; segera tiba. Ia berpapasan dengan madam madam berabaya hitam dan bercadar. Ada yang menggandeng 3, 4, 5 anak. Yang balita sangat amat unyu kayak boneka. Timbul kenginan sarah untuk menculik dan membawanya pulang untuk oleh-oleh. Tetapi hey, ini tanah haram! Bicarapun tak boleh sembarang. Ia ingat ibunya pernah cerita, dulu ibu pernah kesini dan kaki ibu mendadak kram saat hendak naik ke jabal rohmah seketika setelah hatinya berkata &#8221;ah, jabal rohmah tingginya tak seberapa&#8221;. Mungkin ada sedikit riya&#8217; di hatinya.</p>
<p>Dengan jantung yang masih cenut-cenut, jarak dari pintu sampai tengah masjid berasa sejauh jogja-klaten. Sarah sudah tidak sabar. Langkahnya terhenti sebelum berjalan menuju tempat sholat di belakang maqom ibrohim. &#8221;Allah, aku melihat ka&#8217;bah!&#8221; ada yang meleleh dipipi. Perjalanan ke tempat ini adalah penantian panjang. Haji dan umroh adalah panggilan Allah. Jika perjalanan kesana begitu tersendat, mungkin ada amalan wajib atau sunnah yang terlewat. Mungkin ada dosa yang menjadi penghalang. Mungkin riya&#8217; di hati yang menjadi pengganjal. Mungkin juga azzam yang belum digenapkan.</p>
<p>Tiga hari berturut-turut sarah menikmati perjumpaannya dengan ka&#8217;bah, hajar aswad, hirj ismail, maqom ibrohim, shafa, marwah, dan air zamzam dimanamana. Ya, zamzam begitu melimpah. Jika wudhu batal, sedangkan jarak tempat wudhu dengan ka&#8217;bah jauhnya jogja-klaten (leb4y.com), maka air zamzam halal digunakan untuk wudhu. Dihari terakhir sarah dimasjidil haram, ia memandangi ka&#8217;bah lebih lama. Ka&#8217;bah dengan background Makkah Royal Clock Tower begitu indah. Ia pandangi langit diatas ka&#8217;bah. Sarah ingat kata seorang ustadz, ka&#8217;bah ini satu poros dengan ka&#8217;bah milik para malaikat, baitul &#8216;izzah namanya. Jika ka&#8217;bah ada dibawah langit dunia, tentunya baitul &#8216;izzah ada ditingkatan langit diatasnya. Wallahu &#8216;alam.</p>
<p>***</p>
<p>4 hari terakhir berada di kampung KAUST, sarah sudah terima gaji dari sang juragan. Betapa senang hatinya. Apalagi bu juragan dan momongan sudah pulang duluan ke kampung halaman. Sore setelah terima gaji, Sarah berpikir &#8221;juragan sibuk dengan kerjaan, momongan sudah pulang ke kampung halaman, gaji sudah ditangan, apa aku kabur saja ya..&#8221;. Maklum, ia belum sempat menikmati fasilitas Harbor Sport. Juga belum bermain ditepian pantai dan bernyanyi Youth Sweat Beautiful seperti di iklan pokari. Belum sempat main banana boat &amp; belum masuk ke dalam Beacon, menara putih yang menjadi icon kampung itu. Malamnya ia merencanakan kabur dari juragan. Tetapi tiba-tiba si juragan mengeluarkan titah, &#8221;kau akan membantuku di lab 3 hari kedepan&#8221;. Mukyaaa</p>
<p>Jadilah Sarah sebagai multipurpose nanny 3 hari itu. Tapi entah mengapa hari-hari berlalu begitu cepat. Perasaan Sarah campur aduk. Ia sempat mengalami apa yang tersebut dalam hukum Gossen I. Nampaknya dimanjakan dengan kemewahan kampus bak anak raja pun bisa bosen juga. Meski begitu ia ingin tinggal lebih lama. Ia masih ingin menanti bis tujuan Madinah yang disediakan gratis oleh universitas. Sayang bis yang ditunggu hanya beroperasi sebulan sekali, hari kamis pekan pertama. Bis tujuan makkah juga selalu tersedia diakhir pekan, hari kamis dan jumat. Bagaimana tidak kerasan 0_0</p>
<p>Sarah harus menghadapi kenyataan bahwa esok hari SV 1400 siap membawanya pulang. Ia bergegas memacu motor matic hijau dengan kecepatan tertinggi versi matic saudi (60km/jam). Ia menuju laut. Sesampainya disana, ia berpamitan pada koloni bakau yang berwarna hijau, pada birunya laut, orange-nya senja, dan bulatan kuning matahari yang malu-malu tenggelam. Ia bermimpi &#8221;aku akan kembali ke kampung 4 warna ini, dan tidak sendiri&#8221;</p>
<p><a href="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/snc00161.jpg"><img title="SNC00161" src="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/snc00161.jpg?w=460&#038;h=345" alt="" width="460" height="345" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://maisyaroh.wordpress.com/category/curcol/'>curcol</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maisyaroh.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maisyaroh.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=383&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/kampung-4-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4785c8fbf7b34a2dde68750dbd0229bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maisyaroh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/383807_2381447096578_1262711696_32011505_1480126405_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">383807_2381447096578_1262711696_32011505_1480126405_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/snc00161.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SNC00161</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baby-led Weaning</title>
		<link>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/baby-led-weaning/</link>
		<comments>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/baby-led-weaning/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 01:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maisyaroh.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kebanyakan orang tua, memberi makan pada bayi adalah pertempuran besar. Aku jadi ingat dulu aku pun begitu. Saat batita, badanku kurus kering karena susah makan. Gigiku gigis, hampir semua menghitam. kata ibu, itu terjadi karena aku terlalu lama nge-mut makanan. entah itu benar atau tidak. Banyak diantara orang tua membutuhkan banyak waktu untuk memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=375&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi kebanyakan orang tua, memberi makan pada bayi adalah pertempuran besar. Aku jadi ingat dulu aku pun begitu. Saat batita, badanku kurus kering karena susah makan. Gigiku gigis, hampir semua menghitam. kata ibu, itu terjadi karena aku terlalu lama nge-mut makanan. entah itu benar atau tidak. Banyak diantara orang tua membutuhkan banyak waktu untuk memberi makan anaknya. Ia akan membuat seolah2 sendok berisi makanan itu adalah helikopter. ngueng ngueng ngueeng.. haa&#8217;! lega sekali rasanya kalo mulut si bayi terbuka sebagai tanda bahwa ia bersedia untuk makan. tapi apakah ia menikmatinya?</p>
<p><a href="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/303914_2182334558889_1262711696_31926775_1327686265_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-376" title="303914_2182334558889_1262711696_31926775_1327686265_n" src="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/303914_2182334558889_1262711696_31926775_1327686265_n.jpg?w=460&#038;h=442" alt="" width="460" height="442" /></a></p>
<p><span id="more-375"></span><!--more-->Membaca bagian awal buku Baby-led Weaning karangan Gill Rapley &amp; Tracey Murkett, aku menemukan hipotesa.. ternyata oh ternyata, bayi itu bisa galau juga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ia menggalaukan sesuatu yang sangat asasi : makan! Bagi bayi persoalan makan adalah tahap baru di kehidupan mereka setelah sekian lama meminum ASI.</p>
<blockquote><p>Pengalaman pertama makan makanan padat (makanan pengganti ASI) dapat berdampak pada perasaan bayi terhadap waktu makan selama bertahun-tahun.</p></blockquote>
<p>Metode konvensional yang dipakai oleh kebanyakan orang tua dalam menyapih anaknya adalah spoon feeding. Si ibu membuat lumatan berbagai macam sayuran, atau bagi yang tak mau repot, cukup mengencerkan bubur instan. Tentu saja, tidak semua bayi keberatan disuapi dengan sendok. Tetapi lebih banyak yang mundur daripada yang menikmatinya. Tak jarang si bayi memuntahkan apa yang sudah ada dimulutnya. Atau tidak muntah, tapi makanan itu terus ada dimulutnya. Lama kelamaan air liur mulai keluar dari kedua ujung mulutnya, dan orang tua buru2 menyekanya dengan tisu. Begitu repot. Bisa jadi inilah salah satu faktor penyebab stress para ibu.</p>
<p><strong>Baby-led Weaning (BLW)</strong>, adalah cara baru melatih bayi menyapih dirinya sendiri. BLW membiarkan bayi menjalani seluruh proses, menggunakan naluri dan ketrampilan mereka. Bayi yang menentukan kapan penyapihan harus dimulai dan diakhiri. Orang tua memberikan kesempatan pada bayi untuk berada ditengah2 keluarga pada waktu makan, dan dia akan ikut bergabung ketika mereka siap. Jika mereka diberi kesempatan, hampir semua bayi akan menunjukkan pada orang tua mereka bahwa mereka siap untuk asupan selain susu, hanya dengan meraih sepotong makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Orang tua tidak perlu memutuskan kapan penyapihan harus dimulai. Bayi tak perlu disuapi dengan sendok. Ia dapat melakukannya sendiri. ehm, apakah terdengar tidak masuk akal? bayi yang sehat dapat menyuapi dirinya sendiri dari payudara ibu mereka segera setelah mereka lahir bukan?</p>
<p><em>Kapan seorang bayi harus memulai makanan padat?</em></p>
<p>Umur yang disarankan memulai makanan padat adalah 6 bulan.</p>
<p>Sebelum usia ini, sulit bagi bayi mencerna selain susu. Memberi makanan padat lebih awal dari 6 bulan tidak baik karena bayi muda memiliki perut yang kecil dan membutuhkan sumber kalori dan nutrisi yg mudah dicerna. hanya ASI dan susu formula yang dapat menyediakannya. Bayi juga menjadi lebih berisiko terkena infeksi dan rentan terhadap alergi, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang. Apalagi makanan padat biasanya tidak dikemas dengan label nutrisi dan kalori seperti halnya susu formula.</p>
<p><em>Bagaimana mengetahui kesiapan anak memakan makanan padat?</em></p>
<ol>
<li>bayi mulai menggerogoti mainannya dan membuat gerakan-gerakan mengunyah</li>
<li>bayi mulai dapat duduk dengan sedikit atau tanpa bantuan, meraih benda-benda dan memasukkannya ke dalam mulut secara tepat dan akurat</li>
<li>tanda yang paling tepat : ketika dia mulai memasukkan sendiri makanan ke dalam mulutnya -yang hanya akan bisa dilakukan jika dia diberi kesempatan-</li>
</ol>
<p><em>Bagaimana memulainya?</em></p>
<ul>
<li>tawarkan makanan padat pada bayi ketika dia tidak lapar -asupan susu tetap menjadi sumber makanan bergizi yang utama.</li>
<li>aktifitas makan adalah aktifitas bermain bagi bayi. jadi tetaplah fokus pada bermain dan bereksperimen. efeknya emang bikin belepotan tempat makan, tetapi apa sih yang enggak buat perkembangan si bayi tersayang..</li>
<li>biarkan bayi bergabung pada saat waktu makan (dan waktu snack atau coffee break) kapanpun jika mungkin.</li>
<li>pastikan bayi tegak dan aman disebuah kursi bayi atau cukup di pangkuan. jangan sampai bayi tersandar karena itu sangat berbahaya. jangan pula menginggalkannya sendiri bersama makanan2 itu.</li>
<li>cuci kedua tangan bayi sebelum dia memegang makanan.<br />
tawarkan potongan-potongan makanan yang berbentuk stik dan panjangnya paling tidak 5 cm -separuh untuk dipegang dan separuh untuk dikunyah- ini biasa disebut finger food. ingat, menawarkan! bukan memberikan.</li>
<li>pastikan bayi adalah pihak yang memutuskan apa yang masuk ke mulutnya -letakkan makanan dalam jangkauannya (di atas nampan kursinya atau diatas meja).</li>
<li>periksa bahwa makanannya tidak terlalu panas. mencobanya sesuap lebih baik daripada hanya memegangnya dengan jari anda).</li>
<li>tawarkan pada bayi anda sedikit pilihan makanan untuk permulaan. terlalu banyak pilihan bisa membuatnya menolak.</li>
<li>siapkan makanan lebih, kalau kalau dia menginginkannya. karena bisa jadi makanan yang anda sediakan lebih banyak yang dilempar2 daripada yang dimakan. jangan sampai stok makanan habis karena bisa jadi nafsu makan bayi muncul belakangan.</li>
<li>ingat bahwa &#8216;membuat piring bersih&#8217; bukan tujuan anda -penting bagi bayi anda untuk makan hanya sebanyak yang dia butuhkan.</li>
<li>jangan menyalahkannya jika dia tidak makan makanan yang telah anda siapkan.<br />
selama memungkinkan, biasakan untuk makan bersama dan dengan makanan yang sama dengan bayi anda -ow ow, membayangkan maem makanan yg sama dg yg dimaem fatih tiap hari 0_0</li>
<li>berikan waktu kepada bayi untuk mengeksplorasi makanannya dan menentukan apa yang dia ingin lakukan dengannya.</li>
<li>katakan pada bayi anda mengenai makanan yang sedang dia eksplorasi.<br />
tahan godaan untuk membantu bayi anda makan lebih dari yang dia butuhkan.<br />
biarkan bayi anda memegang makanan sebanyak mungkin untuk membantunya mengembangkan ketrampilan.</li>
<li>bagikan kebahagiaan bayi anda ketika dia mengalami kemajuan. tetapi ingat bahwa tidak perlu untuk mengarahkan pembelajarannya dengan memuji atau mengomelinya.</li>
<li>bisa jadi bayi juga akan turut memasukkan jarinya dan akan tergigit. yah, itulah resikonya. jadi siapkanlah peluk cium penuh kasih sayang saat bayi anda menangis.</li>
</ul>
<p><em>Makanan apa saja yang baik diberikan untuk makanan pertama mereka?</em></p>
<blockquote><p>&#8221;Selama dua setengah minggu (dalam memulai BLW), pasangan saya dan saya duduk di meja makan malam, sedang makan lasagna vegetarian dan olahan buncis. anak kami duduk disebelah kami dan makan hidangan yang sama serta melahapnyadengan gembira. Apakah dia akhirnya kekenyangan? Ya. Apakah kursinya sangat kotor? Ya. Apakah itu salah satu hal paling mengagumkan yang pernah saya saksikan? tentu saja.&#8221; (kisah nyata seorang ibu tentang pengalaman memulai BLW pada bayi usia 11 bulan)</p></blockquote>
<p>Berikut adalah finger food pertama yang mudah untuk bayi.</p>
<ul>
<li>semua sayuran kukus (atau direbus sebentar), seperti buncis, jagung manis kecil, kacang polong.</li>
<li>kuntum kembang kol dan brokoli yang dikukus (atau direbus sebentar)<br />
sayuran berbentuk batangan yang dikukus, dipanggang atau ditumis seperti wortel, kentang, terung, ubi, lobak, labu</li>
<li>mentimun mentah (tips : simpan beberapa di kulkas untuk bayi yang sedang latihan menggigit -dinginnya bisa menenangkan gusi mereka.</li>
<li>potongan tebal alpukat (jangan terlalu matang karena akan sangat lembek)<br />
ayam (sebagai kupasanatau pada tulang paha) &#8211; hangat (misalnya dimasak segar) atau dingin</li>
<li>irisan tipis daging sapi atau domba. merupakan tradisi di banyak budaya untuk menyiapkan makanan sebelum mengunyah untuk bayi. hal ini sering dilakukan dengan daging, untuk memisahkan serat2nya sehingga bayi bisa memakannya dengan baik. Tidak ada alasan mengapa ortu BLW perlu melakukan ini! karena meski bayi muda tak bisa mengunyah dg mudah, mereka mendapatkan banyak kebaikan dari sekedar menghisapnya. itu memberinya sari daging yang kaya dengan zat besi.</li>
<li>buah seperti pir, apel, pisang, mangga</li>
<li>stik keju keras, seperti cheddar</li>
<li>stik roti</li>
<li>kue beras atau roti panggang &#8216;jemari&#8217; -dengan selai rumahan seperti sarden dan</li>
<li>tomat, atau keju</li>
</ul>
<p>Demikian resume buku Baby-led Weaning. Baca bukunya bisa lebih mantep. smg bermanfaat buat bunda dan calon bunda dimanapun berada <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/394027_10150533908709840_622824839_8658321_1188684304_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-378" title="394027_10150533908709840_622824839_8658321_1188684304_n" src="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/394027_10150533908709840_622824839_8658321_1188684304_n.jpg?w=460&#038;h=691" alt="" width="460" height="691" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://maisyaroh.wordpress.com/category/parenting/'>parenting</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maisyaroh.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maisyaroh.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=375&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/baby-led-weaning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4785c8fbf7b34a2dde68750dbd0229bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maisyaroh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/303914_2182334558889_1262711696_31926775_1327686265_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">303914_2182334558889_1262711696_31926775_1327686265_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/394027_10150533908709840_622824839_8658321_1188684304_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">394027_10150533908709840_622824839_8658321_1188684304_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cerita ibuku : cerita 2 rumah</title>
		<link>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/cerita-ibuku-cerita-2-rumah/</link>
		<comments>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/cerita-ibuku-cerita-2-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 01:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maisyaroh.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[ibu bagiku, adalah idola nomer 2 setelah nabi Muhammad. ia adalah ummi, sahabat, partner, konsultan, manager, ah banyak sekali peran beliau. baru tadi siang aku ditinggalnya pergi ke bandung, sekarang kangennyaa luar biasa. ini essay yg dibikin ibu sebelum berangkat, ini syarat mengikuti konferensi guru berprestasi tingkat nasional. diam2 kuambil dr foldernya dan kubaca2. dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=369&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ibu bagiku, adalah idola nomer 2 setelah nabi Muhammad. ia adalah ummi, sahabat, partner, konsultan, manager, ah banyak sekali peran beliau. baru tadi siang aku ditinggalnya pergi ke bandung, sekarang kangennyaa luar biasa. ini essay yg dibikin ibu sebelum berangkat, ini syarat mengikuti konferensi guru berprestasi tingkat nasional. diam2 kuambil dr foldernya dan kubaca2. dan rasanya.. aku makin semangat menjadi seorang guru!<span id="more-369"></span></p>
<p>&#8212;</p>
<p>Memperbincangkan Dua Rumah, nampaknya akan mengulas dua hal yang berbeda. Karena memang secara fungsi, masing-masing Rumah dibatasi oleh tempat dan tanggung jawab yang diembannya. Dan ada sekat diantara keduanya yakni sekolah sebagai tugas profesional sedang Rumah sebagai kewajiban asasi. Sekolah dan Rumah mempunyai keunikan dari segi karakter manusianya dan segi permasalahan yang dihadapi. Keunikan tersebut tidak identik memang, akan tetapi ada nuansa kental yang membuat perbedaan Dua Rumah tersebut saling melengkapi.</p>
<p><strong>Berbicara Tentang Dua Karakter</strong></p>
<p>Sekolah, beberapa peristiwa yang terjadi di Sekolah Dasar memang menyenangkan. Betapa tidak, menjalankan tugas ditemani anak-anak yang begitu polos dan wajah-wajah ceria yang tak berdosa, menjadikan bekerja tak terasa bosan. Sekolah merupakan tempat anak-anak belajar, bermain, mengembangkan bakat serta tempat membangun karakter.Siswa SDN tempat penulis mengabdi berjumlah 191 anak, yang terdiri dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda, ada dari keluarga KMS sampai dengan keluarga berada, serta dari siswa berkarakter sangat pendiam sampai hiper aktif. Keadaan demikian menjadikan penulis harus lebih bijaksana dan memiliki karakter kuat dalam setiap menuntaskan permasalahan yang terjadi di sekolah, bahkan hal tersebut penulis jadikan bahan penelitian dan pengalaman hidup yang sangat berharga. Selama tiga puluh satu tahun lebih sebelas bulan penulis menjadi Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah itu, tujuan penulis satu yakni mencari Ridha Allah dengan menyiapkan genarasi penerus menjadi generasi yang sholih dan sholihah.</p>
<p>Allah berfirman dalam surat An Nisa’ ayat 9 yang artinya :” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan kerurunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya, oleh sebab itu handaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”.</p>
<p>Berdasar Qur’an diatas, penulis sebagai Ibu di sekolah itu, berusaha mewujudkan keberhasilan dalam pembangunan karakter mereka agar menjadi insan-insan mulia.Untuk mencapai keberhasilan di atas sangat dibutuhkan Model Keteladanan .</p>
<p>Dalam kaitannya dengan Model Keteladanan , JACKSON dalam penelitiannya mengatakan bahwa peranan dan perhatian guru terhadap siswa-siswanya memegang peranan penting dalam memajukan perkembangan anak , sedang HOTZER 1955 memperoleh hasil bahwa, metode guru dapat menjamin kemajuan perkembangan jiwa anak (Ahmadi Abu,Psikologi Sosial hal.269) . Melihat keberhasilan penelitian dua tokoh di atas, penulis mencoba menggunakan Mode Keteladanan sebagai metode pembelajaran.</p>
<p>Hasilnya? &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Luar biasa</p>
<p>Ada satu peristiwa yang membuat penulis bangga menjadi Guru Agama Islam di SD yakni salah satu siswa kelas VI yang menderita kangker leher ganas memanggil-manggil nama penulis ketika dia sedang tidak sadarkan diri, dia bernama Eny dari keluarga sederhana.Ketika itu hari sudah hampir petang, badanku yang sehat tiba-tiba terasa sakit di bagian perutku, terasa ada sesuatu yang membuat sesak nafasku, sehingga aku segera dibawa ke Klinik Penyakit Dalam. Di Ruang Tunggu aku hampir mengatakan sesuatu kepada suami, bahwa aku sepertinya sudah tidak kuat lagi merasakan penyakitku yang datang dengan tiba-tiba, namun karena ingat kepada anak bungsuku yang baru berusia dua bulan, aku berusaha keras untuk kuat menghadapinya. Setelah aku masuk ke Ruang Dokter dan belum sampai diperiksa, penyakitku langsung hilang, aku sudah merasa sembuh walau tetap harus menebus obat di Apotek.</p>
<p>Sesampai di rumah sekitar jam 21.30, di Ruang Tamu sudah ditunggu oleh orang tua muridku yang sakit kangker ganas, yang juga didampingi oleh Ketua Rwnya sebagai saksi bahwa muridku yang sangat pendiam bernama Eny memang benar-benar sangat membutuhkan kehadiranku. Aku menjawab sambil memperlihatkan bungkusan obat yang ada ditangan, dan menerangkan bahwa saya baru dalam keadaan sakit, apalagi malam itu hujan deras , kenapa tidak dibawa ke Rumah Sakit saja, &#8230; tanyaku. Ibu itu menjawab , kalau memang aku sebagai guru rela muridnya meninggal tanpa mengabulkan permintaan terakhirnya &#8230;&#8230;.ya sudah . Mendengar kata-kata itu, hatiku tergerak meninggalkan rumah, tanpa berfikir jam sudah menunjukkan angka 24.00. Aku mengambil air wudhu dan membawa Al Qur’an langsung berangkat , di perjalanan sayapun bingung harus berbuat apa?</p>
<p>Sesampai di rumah muridku, disana sebagian besar warga dan keluarganya sudah berkumpul menunggu kedatanganku. Melihat muridku tergeletak lemas, langsung aku peluk dan aku elus-elus dahinya sambil aku mambaca ayat Kursi. Belum selesai membaca, tiba-tiba muridku memanggil namaku sambil berkata: Bu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..ayo kita shalat &#8230;&#8230;.ayo bu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..tuntun aku masuk surga &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..dengan suara lantang penuh semangat. Akupun heran kenapa suaranya bisa lantang? Padahal setiap harinya bersuara sangat lembut tak terdengar . Setelah itu dia tertidur pulas sampai mendengkur, membuat orang-orang disekitarnya terheran-heran, karena sebelumnya , dia mampu mengalahkan empat orang laki-laki yang ingin menolongnya . Sebelum aku berpamitan, aku menyarankan tengah malam ini juga sebaiknya dibawa ke RS Sarjito, dan keluarga menyetujuinya. Ketika muridku kulepas dari pelukanku, tiba-tiba dia minta agar aku menemaninya. Sesuatu permintaan yang sangat berat bagi aku yang sedang sakit dan mempunyai bayi berusia dua bulan yang sejak sore belum sempat memberinya air susu. Sebelum berangkat aku minta ijin kepada sopir agar melewati rumahku, sehingga aku bisa menemani walau hanya sebentar.</p>
<p>Di atas, penulis sudah membicarakan tentang pentingnya karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai masalah di sekolah, agar seorang Guru Pendidikan Agama Islam mampu menjadi teladan dan idola bagi siswanya. Namun pada kenyataannya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Guru Pendidikan Agama Islam &#8230;&#8230;. juga manusia, punya kekurangan &#8230;&#8230;yakni ketidaksiapan mendengar sesuatu berita yang mengagetkan yaitu pada pagi harinya ada seorang nenek berusia sekitar tujuh puluh tahun menemui saya, dengan membawa bungkusan plastik hitam yang diberikan kepada saya, nenek itu mengucapkan terima kasih , karena saya telah mengobati cucunya yang tidak dinyatakan sakit oleh pihak Rumah Sakit Sarjito. Sambil mengulurkan tangannya, dia mengatakan bahwa ilmu saya tinggi, buktinya cucuku sembuh. Kupandangi nenek Eny sambil kuucapkan terima kasih, pada saat itulah keringat dinginku keluar, kedua tangan dan kakiku terasa sangat dingin, sehingga aku harus lari mengambil minyak gosok agar tidak pingsan.</p>
<p>Keadaan jiwa seperti di atas kerap sekali kualami, inilah kekuranganku ketika aku menjadi ibu dari anak-anakku di rumah. Kalau aku ingat-ingat penyebab kekuranganku itu adalah penderitaan yang kualami selama lebih kurang empat tahun, yaitu ketika anak sulungku lahir dengan keadaan jantung bocor. Ikhtiyar lahir batin telah aku lakukan , dengan memeriksakan setiap bulannya dan selalu ditangani tiga dokter spesialis. Bisa dibayangkan berapa uang yang harus disediakan untuk itu semua. Akhirnya Allah berkehendak lain , setelah berusia 3 tahun lebih 3 bulan anakku meninggal dunia, Innalillahi wainna ilaihi raaji’un. Sebulan kemudian anak keduaku masuk Rumah Sakit dan disusul aku sendiri yang harus istirahat di Rumah Sakit sebulan lamanya.</p>
<p>Tahun 1987 tepatnya pada bulan Desember Allah memberi kepercayaan kepada keluargaku dengan lahirnya anak perempuan. Pada titik paling rendah dalam kehidupanku Allah memberi kekuatan untuk menjalankan salat malam selama empat puluh hari berturut-turut, suatu anugerah yang paling indah dalam hidupku, sehingga aku menerima sesuatu yang luar biasa yang sangat saya cita-citakan yaitu : menjadi guru idola bagi siswaku , itu semua kata muridku yang bernama Eny yang sekarang sudah almarhumah, Innalillahi wainna ilaihi raaji’un. Di depan jenazah siswaku aku berdoa : Ya Allah ampunilah segala dosa Eny dan terimalah segala amal salihnya, tempatkanlah dia di tempat yang lebih indah jika dibandingkan ketika dia hidup di dunia, Amin.</p>
<p>Perbedaan Dua Fungsi Kerja Yang Saling Melengkapi<br />
<strong><br />
Fungsi Ibu di Sekolah</strong><br />
Guru dituntut memiliki 5 Kompetensi</p>
<p>Kompetensi Pedagogik<br />
Kompetensi Kepribadian<br />
Kompetensi Sosial<br />
Kompetensi Profesional<br />
Kompetensi Leadership</p>
<p>Sedang <strong>Fungsi Ibu di Rumah</strong></p>
<p>Menjaga harta suami<br />
Mendidik anak<br />
Melayani suluruh anggota keluarga</p>
<p>Meski nampaknya fungsi Ibu di dua rumah sangat kontras, namun ada pelajaran yang dapat dipetik dari keduanya. Di Sekolah dapat membangun karakter dan mendidik dengan melihat latar belakang keluarga, karakter siswanya serta metode penyelesaiannya. Tugas kedua Rumah di atas dapat memperoleh keberhasilan yang maksimal jika bekerja didasari dengan rasa ikhlas dan dengan rasa kasih sayang yang tulus dari seorang ibu.</p>
<p>&#8212; masih ada lanjutannya tp dipotong sampe disini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <br />
<a href="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/332110_2117890267822_1262711696_31894982_1788143366_o.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-370" title="332110_2117890267822_1262711696_31894982_1788143366_o" src="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/332110_2117890267822_1262711696_31894982_1788143366_o.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://maisyaroh.wordpress.com/category/parenting/'>parenting</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maisyaroh.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maisyaroh.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=369&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maisyaroh.wordpress.com/2012/01/24/cerita-ibuku-cerita-2-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4785c8fbf7b34a2dde68750dbd0229bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maisyaroh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maisyaroh.files.wordpress.com/2012/01/332110_2117890267822_1262711696_31894982_1788143366_o.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">332110_2117890267822_1262711696_31894982_1788143366_o</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SV 817</title>
		<link>http://maisyaroh.wordpress.com/2011/12/04/sv-817/</link>
		<comments>http://maisyaroh.wordpress.com/2011/12/04/sv-817/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 13:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[curcol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maisyaroh.wordpress.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[ini episode menulis ulang note perjalanan ^^ syukur alhamdulillah.. saat aku menulis ini, aku berada disalah satu seat milik SV 817 jakarta-riyadh, dekat jendela, dan melihat dikejauhan sana gradasi warna biru, kuning, dan orange di langit saudi. ah, aku tidak tau ini langit saudi atau yaman. yang aku tau, sebentar lagi aku tiba di bandara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=359&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini episode menulis ulang note perjalanan ^^</p>
<p>syukur alhamdulillah.. saat aku menulis ini, aku berada disalah satu seat milik SV 817 jakarta-riyadh, dekat jendela, dan melihat dikejauhan sana gradasi warna biru, kuning, dan orange di langit saudi. ah, aku tidak tau ini langit saudi atau yaman. yang aku tau, sebentar lagi aku tiba di bandara internasional riyadh. gradasi langit itu, mirip warna kertas asturo yang biasa kubeli ditoko merah. tapi yang ini membentang sejauh mata memandang. cantiik sekaliy. dudulnya aku tiada membawa kamera.</p>
<p>2 kursi sebelahku kosong, membuatku enak sekali menselonjorkan kaki. nyamaan sekali saat merebahkan tubuh. tidak mengantuk sebenarnya. tapi tetep maksa tidur. sayangnya tidurku tak nyenyak. bukan karena teriakan penjaja popmi, kopi, atau mijon. melainkan karena inilah kali pertamaku terbang 10 jam lamanya. sendiri. tidak bawa jam. padahal hape musti di-switch off. jadi dikit2 aku clingak clinguk nengokin layar super lebar dibagian depan untuk mengetahui, sudah sampai mana ini pesawat. jangan2 ntar aku ketiduran trus kelewatan bilang, bang kiri bang.. repot kaan. kutengok seat dibagian kanan, semua TKI bo&#8217; +.+ </p>
<p>jadi inti dari note ini, adalah serunya perjalananku pertama kali ke saudi bersama para TKI. hekeke :p ini note masi ada sambungannya. tp ntar ah. maw nyetrika dulu. maklum, TKI <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://maisyaroh.wordpress.com/category/curcol/'>curcol</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maisyaroh.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maisyaroh.wordpress.com/359/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maisyaroh.wordpress.com&amp;blog=5714057&amp;post=359&amp;subd=maisyaroh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maisyaroh.wordpress.com/2011/12/04/sv-817/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4785c8fbf7b34a2dde68750dbd0229bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maisyaroh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
