Bagi kebanyakan orang tua, memberi makan pada bayi adalah pertempuran besar. Aku jadi ingat dulu aku pun begitu. Saat batita, badanku kurus kering karena susah makan. Gigiku gigis, hampir semua menghitam. kata ibu, itu terjadi karena aku terlalu lama nge-mut makanan. entah itu benar atau tidak. Banyak diantara orang tua membutuhkan banyak waktu untuk memberi makan anaknya. Ia akan membuat seolah2 sendok berisi makanan itu adalah helikopter. ngueng ngueng ngueeng.. haa’! lega sekali rasanya kalo mulut si bayi terbuka sebagai tanda bahwa ia bersedia untuk makan. tapi apakah ia menikmatinya?
Membaca bagian awal buku Baby-led Weaning karangan Gill Rapley & Tracey Murkett, aku menemukan hipotesa.. ternyata oh ternyata, bayi itu bisa galau juga
ia menggalaukan sesuatu yang sangat asasi : makan! Bagi bayi persoalan makan adalah tahap baru di kehidupan mereka setelah sekian lama meminum ASI.
Pengalaman pertama makan makanan padat (makanan pengganti ASI) dapat berdampak pada perasaan bayi terhadap waktu makan selama bertahun-tahun.
Metode konvensional yang dipakai oleh kebanyakan orang tua dalam menyapih anaknya adalah spoon feeding. Si ibu membuat lumatan berbagai macam sayuran, atau bagi yang tak mau repot, cukup mengencerkan bubur instan. Tentu saja, tidak semua bayi keberatan disuapi dengan sendok. Tetapi lebih banyak yang mundur daripada yang menikmatinya. Tak jarang si bayi memuntahkan apa yang sudah ada dimulutnya. Atau tidak muntah, tapi makanan itu terus ada dimulutnya. Lama kelamaan air liur mulai keluar dari kedua ujung mulutnya, dan orang tua buru2 menyekanya dengan tisu. Begitu repot. Bisa jadi inilah salah satu faktor penyebab stress para ibu.
Baby-led Weaning (BLW), adalah cara baru melatih bayi menyapih dirinya sendiri. BLW membiarkan bayi menjalani seluruh proses, menggunakan naluri dan ketrampilan mereka. Bayi yang menentukan kapan penyapihan harus dimulai dan diakhiri. Orang tua memberikan kesempatan pada bayi untuk berada ditengah2 keluarga pada waktu makan, dan dia akan ikut bergabung ketika mereka siap. Jika mereka diberi kesempatan, hampir semua bayi akan menunjukkan pada orang tua mereka bahwa mereka siap untuk asupan selain susu, hanya dengan meraih sepotong makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Orang tua tidak perlu memutuskan kapan penyapihan harus dimulai. Bayi tak perlu disuapi dengan sendok. Ia dapat melakukannya sendiri. ehm, apakah terdengar tidak masuk akal? bayi yang sehat dapat menyuapi dirinya sendiri dari payudara ibu mereka segera setelah mereka lahir bukan?
Kapan seorang bayi harus memulai makanan padat?
Umur yang disarankan memulai makanan padat adalah 6 bulan.
Sebelum usia ini, sulit bagi bayi mencerna selain susu. Memberi makanan padat lebih awal dari 6 bulan tidak baik karena bayi muda memiliki perut yang kecil dan membutuhkan sumber kalori dan nutrisi yg mudah dicerna. hanya ASI dan susu formula yang dapat menyediakannya. Bayi juga menjadi lebih berisiko terkena infeksi dan rentan terhadap alergi, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang. Apalagi makanan padat biasanya tidak dikemas dengan label nutrisi dan kalori seperti halnya susu formula.
Bagaimana mengetahui kesiapan anak memakan makanan padat?
- bayi mulai menggerogoti mainannya dan membuat gerakan-gerakan mengunyah
- bayi mulai dapat duduk dengan sedikit atau tanpa bantuan, meraih benda-benda dan memasukkannya ke dalam mulut secara tepat dan akurat
- tanda yang paling tepat : ketika dia mulai memasukkan sendiri makanan ke dalam mulutnya -yang hanya akan bisa dilakukan jika dia diberi kesempatan-
Bagaimana memulainya?
- tawarkan makanan padat pada bayi ketika dia tidak lapar -asupan susu tetap menjadi sumber makanan bergizi yang utama.
- aktifitas makan adalah aktifitas bermain bagi bayi. jadi tetaplah fokus pada bermain dan bereksperimen. efeknya emang bikin belepotan tempat makan, tetapi apa sih yang enggak buat perkembangan si bayi tersayang..
- biarkan bayi bergabung pada saat waktu makan (dan waktu snack atau coffee break) kapanpun jika mungkin.
- pastikan bayi tegak dan aman disebuah kursi bayi atau cukup di pangkuan. jangan sampai bayi tersandar karena itu sangat berbahaya. jangan pula menginggalkannya sendiri bersama makanan2 itu.
- cuci kedua tangan bayi sebelum dia memegang makanan.
tawarkan potongan-potongan makanan yang berbentuk stik dan panjangnya paling tidak 5 cm -separuh untuk dipegang dan separuh untuk dikunyah- ini biasa disebut finger food. ingat, menawarkan! bukan memberikan. - pastikan bayi adalah pihak yang memutuskan apa yang masuk ke mulutnya -letakkan makanan dalam jangkauannya (di atas nampan kursinya atau diatas meja).
- periksa bahwa makanannya tidak terlalu panas. mencobanya sesuap lebih baik daripada hanya memegangnya dengan jari anda).
- tawarkan pada bayi anda sedikit pilihan makanan untuk permulaan. terlalu banyak pilihan bisa membuatnya menolak.
- siapkan makanan lebih, kalau kalau dia menginginkannya. karena bisa jadi makanan yang anda sediakan lebih banyak yang dilempar2 daripada yang dimakan. jangan sampai stok makanan habis karena bisa jadi nafsu makan bayi muncul belakangan.
- ingat bahwa ‘membuat piring bersih’ bukan tujuan anda -penting bagi bayi anda untuk makan hanya sebanyak yang dia butuhkan.
- jangan menyalahkannya jika dia tidak makan makanan yang telah anda siapkan.
selama memungkinkan, biasakan untuk makan bersama dan dengan makanan yang sama dengan bayi anda -ow ow, membayangkan maem makanan yg sama dg yg dimaem fatih tiap hari 0_0 - berikan waktu kepada bayi untuk mengeksplorasi makanannya dan menentukan apa yang dia ingin lakukan dengannya.
- katakan pada bayi anda mengenai makanan yang sedang dia eksplorasi.
tahan godaan untuk membantu bayi anda makan lebih dari yang dia butuhkan.
biarkan bayi anda memegang makanan sebanyak mungkin untuk membantunya mengembangkan ketrampilan. - bagikan kebahagiaan bayi anda ketika dia mengalami kemajuan. tetapi ingat bahwa tidak perlu untuk mengarahkan pembelajarannya dengan memuji atau mengomelinya.
- bisa jadi bayi juga akan turut memasukkan jarinya dan akan tergigit. yah, itulah resikonya. jadi siapkanlah peluk cium penuh kasih sayang saat bayi anda menangis.
Makanan apa saja yang baik diberikan untuk makanan pertama mereka?
”Selama dua setengah minggu (dalam memulai BLW), pasangan saya dan saya duduk di meja makan malam, sedang makan lasagna vegetarian dan olahan buncis. anak kami duduk disebelah kami dan makan hidangan yang sama serta melahapnyadengan gembira. Apakah dia akhirnya kekenyangan? Ya. Apakah kursinya sangat kotor? Ya. Apakah itu salah satu hal paling mengagumkan yang pernah saya saksikan? tentu saja.” (kisah nyata seorang ibu tentang pengalaman memulai BLW pada bayi usia 11 bulan)
Berikut adalah finger food pertama yang mudah untuk bayi.
- semua sayuran kukus (atau direbus sebentar), seperti buncis, jagung manis kecil, kacang polong.
- kuntum kembang kol dan brokoli yang dikukus (atau direbus sebentar)
sayuran berbentuk batangan yang dikukus, dipanggang atau ditumis seperti wortel, kentang, terung, ubi, lobak, labu - mentimun mentah (tips : simpan beberapa di kulkas untuk bayi yang sedang latihan menggigit -dinginnya bisa menenangkan gusi mereka.
- potongan tebal alpukat (jangan terlalu matang karena akan sangat lembek)
ayam (sebagai kupasanatau pada tulang paha) – hangat (misalnya dimasak segar) atau dingin - irisan tipis daging sapi atau domba. merupakan tradisi di banyak budaya untuk menyiapkan makanan sebelum mengunyah untuk bayi. hal ini sering dilakukan dengan daging, untuk memisahkan serat2nya sehingga bayi bisa memakannya dengan baik. Tidak ada alasan mengapa ortu BLW perlu melakukan ini! karena meski bayi muda tak bisa mengunyah dg mudah, mereka mendapatkan banyak kebaikan dari sekedar menghisapnya. itu memberinya sari daging yang kaya dengan zat besi.
- buah seperti pir, apel, pisang, mangga
- stik keju keras, seperti cheddar
- stik roti
- kue beras atau roti panggang ‘jemari’ -dengan selai rumahan seperti sarden dan
- tomat, atau keju
Demikian resume buku Baby-led Weaning. Baca bukunya bisa lebih mantep. smg bermanfaat buat bunda dan calon bunda dimanapun berada


