emang bener kata Jens Forster, Kai Epstude, dan Amina Ozelsel dalam penelitian psikologinya yang mengatakan bahwa perasaan cinta dapat mendorong kita untuk berpikir lebih kreatif dan analitis. buktinya ujug2 diri ini ingin segera menghasilkan banyak karya setelah merasakan sekawanan kupu beterbangan didalam perut. euleh euleh..ini kupu ga nyadar apa kalo dia musti jadi ulet dulu, trus ngenthung, baru boleh ngrecokin orang :’( ah, tapi ini kan fitrah..
Dr. Helen Fisher, profesor antropologi dari Rutgers University pernah bilang kalo disaat seperti itu otak memproduksi hormon dopamin, serotonin, endorfin, dan oksitosin dalam jumlah sangat banyak. sebenernya aku juga kurang paham itu hormon kerjanya gimana. yang jelas manfaat yang aku dapat saat ini adalah betapa bersemangatnya jari2ku bekerja diatas keyboard. ngefek sampe tangan bo’ :p
Saking semangatnya, aku berhasil menyelesaikan alur sebuah novel yang sudah lama ingin kubuat. Dan anehnya ini novel bukan genre novel cinta2an. Nantinya kudedikasikan novel ini untuk para pejuang dakwah sekolah dimanapun berada. hopefully, aku bisa menyelesaikannya tahun ini. eh, tidak. paling ga, 4 bulan kedepan. bismillah..mohon doanya, kawan


